Ilustrasi Virus Corona (rri.co.id)
Ilustrasi Virus Corona (rri.co.id)

Virus Corona dan Teknologi Satelit LAPAN

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Virus Corona (Covid-19) telah banyak mempengaruhi kehidupan manusia. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Dalam waktu singkat, virus ini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Indonesia, yang pada awalnya dinyatakan zero kasus, akhirnya Pemerintah Indonesia mengumumkan kasus pertama Covid 19 pada pertengahan Maret 2020.  Semenjak itu, pemerintah memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bisa dikatakan bahwa semua sektor mengalami imbas dari situasi ini. Bahkan masyarakat harus mengalami kehidupan normal yang baru dengan menggunakan masker dan rajin mencuci tangan saat beraktivitas di luar rumah.

Pemerintah selaku eksekutor juga sangat gencar melakukan berbagai upaya pencegahan penyebarluasan Virus Corona. Upaya tersebut mulai dari pembatasan aktivitas umum masyarakat, memberikan informasi mengenai protokol kesehatan, penelusuran orang-orang yang disinyalir memiliki kontak erat dengan pasien positif, melakukan penelitian untuk menemukan vaksin, dan berbagai upaya terkait lainnya.

LAPAN sebagai salah satu instrumen pemerintah juga turut serta dalam melakukan upaya positif melawan pandemi Virus Corona. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan teknologi satelit. Satelit memiliki banyak kelebihan yang dapat dimanfaatkan secara luas. Secara umum, satelit dapat dimanfaatkan untuk pengamatan bumi, penelitian ilmiah, navigasi, komunikasi, hingga pertahanan

Satelit Lapan (www.goodnewsfromindonesia.id)

Hingga saat ini, LAPAN telah memiliki tiga satelit eksperimen. Satelit pertama, LAPAN-A1/LAPAN-Tubsat adalah satelit mikro yang dikembangkan LAPAN bekerja sama dengan Universitas Teknik Berlin. Sedangkan satelit kedua, LAPAN-A2/LAPANORARI merupakan satelit radio amatir pertama dari Indonesia. Terbaru, LAPAN memiliki satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB yang salah satu fungsinya untuk pemantauan vegetasi tumbuhan serta pemantauan aktivitas kapal laut menggunakan Automatic Identification System (AIC).

Satelit LAPAN Memantau Perkembangan Virus Corona

Pada awal PSBB, LAPAN melalui satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI telah mengajak masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah sebagai antisipasi penularan Covid-19. Kampanye “Lawan Corona” ini dilakukan melalui fasilitas muatan satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI sejak 20 Maret 2020. Satelit generasi kedua ini menyebarkan pesan teks “Tetap Sehat, Tinggal di Rumah #LawanCorona”.

Aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah tentang social distancing. Kebijakan tersebut menganjurkan kita semua untuk mengurangi aktivitas di luar rumah serta menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain. Pesan ini dikirimkan secara broadcast oleh satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI melalui beacon Automatic Packet Reporting System (APRS) yang dipancarkan ke seluruh wilayah Indonesia. APRS ini merupakan sistem komunikasi pesan pendek berbasis teks seperti SMS pada telepon genggam. Pesan APRS ini hanya dapat diterima melalui Handie Talkie (HT) yang memiliki penerima pesan APRS tersebut.

Pesan yang sudah disebarkan bisa diterima oleh siapa pun dengan mengatur frekuensi radio HT ke 145.825 MHz. Hingga saat ini pesan lawan Virus Corona sudah diterima oleh puluhan anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk saat ini penyebaran pesan dilakukan pada misi APRS saja. Namun LAPAN akan mencoba menyebarkan pesan tersebut per satu kali lintasan LAPAN-A2/LAPAN-ORARI setiap 100 menit. Nanti jika memungkinkan, akan dicoba sebarkan 24 jam nonstop setiap 100 menit dalam keadaan tertentu. Pesan-pesan dari pemerintah pun dapat disebarkan melalui satelit LAPAN-A2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib ditandai *

More Updates

Stay Connected