Ilustrasi (catatanmini.com)
Ilustrasi (catatanmini.com)

Upaya Gaya Hidup Hijau Bebas Emisi Di Tengah Wabah Covid-19

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Gaya Hidup Hijau – Saat ini Negara Indonesia menempati peringkat ke 71 dari 115 negara yang ada dalam Indeks Transisi Energi (ETI) 2021 sebagai negara pengonsumsi energi terbesar di Negara Bagian Asia Tenggara. Menurut laporan dari World Economic Forum (WEF) pada Bulan April Tahun 2021, Indonesia memiliki skor indeks sebesar 56 dari total 100 skor. Angka ini diperoleh dari perata-rataan indicator performa system 2021 dan kesiapan transisi 2021.

Gaya Hidup Hijau (harapanrakyat.com)

Menduduki peringkat 6 dalam ETI di wilayah kawasan ASEAN, dapat di katakan bahwa Indonesia masih mengalami ketertinggaan di bandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia di posisi pertama dan kedua.

Meskipun demikian, pemerintah Indonesia tetap mendukung energi terbarukan dengan berusaha mengurangi emisi sebanyak 29% di tahun 2030 dari Business as Usual atau 41% dengan bantuan internasional. Kualitas air, udara, dan iklim saat ini mampu merepresentasikan bahwa kegiatan sehari-hari manusia memberikan efek yang signifikan terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. Menurut Food and Agriculture Association (FAO) tahun 2020, gaya hidup masyarakat di Indonesia menyumbang sampah makanan sebanyak 13 ton per tahunnya. Ini artinya, setiap orang membuang sebanyak kurang lebih 300kg sampah makanan sepanjang tahun. Angka ini terbilang cukup mengejutkan di karenakan masih terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu

Memulai Gaya Hidup Hijau


Eksistensi para pemuda di anggap memegang peranan penting dalam mendukung kemajuan energi terbarukan. Partisipasi para pemuda dalam menciptakan gerakan-gerakan seperti gaya hidup hijau bebas emisi mampu membuat semua elemen tanpa terkecuali bagi pemangku kebijakan. Dalam level individu mengajarkan bahwa upaya perbaikan alam sejatinya di mulai dari hal-hal yang kecil yang ada di sekitar. Terbiasa dengan gaya hidup hijau yang bebas emisi mampu memberikan kesan dalam rangka mendukung upaya transisi energi terbarukan di Negara Indonesia.

Gaya hidup hijau juga mulai di gaungkan oleh banyak pihak karena jeritan alam yang semakin tersiksa akan tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Bagi sebagian orang di anggap menjadi celah untuk menyelamatkan bumi dari peningkatan krisis iklim saat ini. Ada banyak hal yang terkesan sangat sepele namun jika kita mampu melakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang besar bagi eksistensi alam. Memanfaatkan keberadaan ruang terbuka dan jendela dalam memaksimalkan cahaya mampu mengurangi penggunaan energy dan listrik. Perilaku kecil seperti ini akan menyumbang peranan besar jika hendak di lakukan secara bersama dan berlanjut. Sehingga para inidividu akan sadar terhadap kapasitas mereka agar lebih bijak dalam mengelola energi.


Dalam perencanaan secara jangka panjang, bukan hanya hari ini atau esok. Tindakan-tindakan kecil seperti yang disebutkan  di atas hanya perlu segelintir upaya yang bisa di lakukan dalam mengurangi ancaram terhadap lingkungan. Meski menerapkan kebiasaan ini, bebas emisi tidak serta merta menghilangkan dampak negatif pada suatu lingkungan. Hal inilah yang dapat memberikan kontribusi terbaik bagi sektor perkembangan lingkungan di Indonesia yang akan mengarah pada berjalannya transisi energi menuju energi terbarukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib ditandai *

More Updates

Stay Connected