Sumber : allkpop.com

Seorang Netizen Ngaku Ditipu Penari ‘Street Woman Fighter’

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Baru – baru ini, ada seorang netizen yang menulis sebuah unggahan di komunitas social. Yang menyatakan bahwa dirinya telah ditipu oleh salah satu penari di acara Mnet tersebut. Sang netizen mulai menjelaskan tentang situasi yang tengah ia alami saat ini. Bahkan, netizen tersebut mengaku sangat bingung harus bagaimana dan kemana mencari bantuan hukum untuk kasusnya.

Saya menimbang – nimbang cukup lama sebelum menulis hal ini. Aku ingin membagikan sedikit tentang salah satu penari yang tampil di acara ‘Street Woman Fighter’. Saya mencoba untuk menulis sejelas mungkin dan mencoba untuk menjadi seobjektif mungkin.

Seorang Netizen Ngaku Ditipu
sumber : allkpop.com

Sang penulis dari unggahan tersebut menjelaskan bahwa dia awalnya merupakan penggemar dari penari tersebut. Dan bahkan sampai menghubungi sang penari untuk bisa melakukan performance ketika nanti ia berada di acara penerimaan mahasiswa baru. Sang netizen menjelaskan bahwa,

Seorang Netizen Ngaku Ditipu Salah Satu Kontestan Di Acara Mnet ‘Street Woman Fighter’

Hal ini terjadi pada bulan Maret tahun 2020 lalu. Dimana saya adalah seorang senior di sekolah menengah atas dan harus menyiapkan diri untuk masuk perkuliahan saya. Aku memutuskan untuk pergi ke kelas tari jadi saya sedang mencari sekolah menari yang akan membantu saya mempersiapkan performance saya nantinya. Saya selalu menjadi seorang penggemar dari penari yang satu ini dan menyukai gaya menari yang ia lakukan jadi saya memutuskan untuk menghubunginya. Saya bertanya kepadanya tentang bayaran kelas menari miliknya dan mengatakan kepada saya itu adalah 2.6 juta KRW (atau setara dengan 2.188 Dollar Amerika) untuk kelas tari dan koregraphynya. Dia mengatakan kepada saya bahwa menyewa studio akan menambah bayarannya menjadi 2.9 juta KRW (atau setara dengan 2.440 Dollar Amerika).

Sang netizen kemudian mengatakan bahwa si penari tersebut setuju untuk mulai kelas tarinya pada bulan April. Selama satu bulan lamanya, sang netizen setuju untuk mengambil kelas tari tersebut satu kali setiap minggu selama satu jam setengah per sesi. Setelah itu, dia akan memberikan kelas privat dengan biaya tambahan jika diperlukan.

Saya seharusnya bekerja sesuai dengan jadwal dan mulai kelas tari tapi kemudian kami memiliki waktu hingga Mei karena penerimaan mahasiswa baru di bulan Agustus. Jadi saya memutuskan untuk Latihan lebih banyak dan saya tahu penari tersebut juga sibuk jadi saya tidak menghubunginya kecuali dia menghubungi saya dulu. Tapi dia terus menunda kelas tari dengan mengatakan ayo lakukan minggu depan, minggu depannya lagi.

Hal inilah yang membuat orang tua dari netizen tersebut cukup marah karena melihat kelas tari. Yang seharusnya dimulai pada bulan Maret justru mundur hingga berbulan – bulan setelahnya. Katanya, sang penari juga hanya memberikan pengembalian dana sebesar lima ratus ribu KRW. Dari total seluruh biaya yang telah dibayarkan oleh netizen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib ditandai *

More Updates

Stay Connected