Penjelasan Ilmiah Gerak Semu Matahari

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan peristiwa fenomena alam Matahari yang terbit dari Utara. Kejadian alam yang unik ini terjadi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan pada kamis, 17 Juni 2021. Kejadian tersebut sempat membuat geger masyarakat sekitar bahkan di Indonesia. Tentunya kejadian seperti ini bukanlah sesuatu yang aneh, tetapi bisa dijelaskan secara sains. Peristiwa Matahari terbit dari Utara memiliki keterkaitan dengan Gerak Semu Matahari. Apa yang kamu ketahui tentang gerak semu matahari?

Kejadian Di Belahan Bumi Utara dan Selatan

Gerak Semu Matahari adalah pergerakan semu Matahari yang seolah-olah bergerak dari Selatan ke Utara dan kembali ke Selatan. Hal ini terjadi karena Bumi mengelilingi Matahari dengan poros yang miring 23,5 derajat dan tidak tegak lurus saat mengelilingi Matahari. Sehingga yang condong ke Matahari kadang kutub Utara dan kadang kutub Selatan Bumi. Hal ini membuat Matahari tidak selalu tepat terbit di arah Timur, tapi seolah-olah terbit semakin ke Utara atau ke Selatan tergantung pada bulan tertentu.

Gambar Gerak Semu Matahari – https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:North_season.jpg

Dampak Gerak Semu Matahari

Sepanjang lintasan orbit, ketika sudut kemiringan sumbu Bumi tidak berubah. Orientasi kemiringan sumbu Bumi akan bergerak hingga 360 derajat atau dapat dikatakan bumi melakukan orbit penuh mengitari Matahari, relatif terhadap garis antara Bumi dan Matahari. Sehingga mengakibatkan munculnya berbagai macam jenis musim di muka Bumi. Ketika musim panas, hari berlangsung lebih lama dan Matahari akan naik lebih tinggi di langit. Pada musim dingin, iklim pada umumnya menjadi lebih dingin dan hari berjalan dengan lebih pendek.

Pada 21-22 Desember, posisi di belahan Bumi Selatan berhadapan langsung dengan Matahari, sehingga mendapatkan lebih banyak sinar Matahari dari pada belahan Bumi Utara, hal ini dinamakan dengan Titik Balik Selatan. Hal ini menyebabkan dari 22 Desember hingga 21 Maret belahan Bumi Selatan mengalami musim panas. Sedangkan belahan Bumi Utara mengalami musim dingin. Negara-negara di belahan Bumi Utara yang mengalami musim dingin bersalju diantaranya Negara-negara di Eropa seperti Jerman, Rusia, Perancis, Inggris, dan lain-lain. Kemudian Negara Kanada dan Amerika Serikat di Benua Amerika, bisa juga negara Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, dan China di Benua Asia.

Sebaliknya, pada 20-22 Juni, posisi dibelahan Bumi Utara yang berhadapan langsung dengan Matahari, dan mendapatkan lebih banyak sinar Matahari dari pada belahan Bumi bagian Selatan, hal ini dinamakan dengan Titik Balik Utara. Hal ini membuat belahan Bumi bagian Utara terjadi musim panas dan belahan Bumi bagian Selatan menjadi musim dingin.

Ketika Gerhana Semu Matahari berada tepat di khatulistiwa, maka kawasan Indonesia lah yang mengalami apa yang kita kenal dengan Peristiwa Hari Tanpa Bayangan yang terjadi sekitar bulan Maret dan bulan September di tiap tahunnya. Demikian artikel ini untuk kamu yang masih bertanya, apa yang kamu ketahui tentang gerak semu matahari? sudah terjawab bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib ditandai *

More Updates

Stay Connected