Sumber : tribunnews.com

Pengadilan Tolak Permintaan Banding Kasus Wheesung

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Pengadilan tinggi akhirnya meneguhkan penangguhan hukuman untuk Wheesung mengenai penggunaan Propofol secara ilegal. Sidang banding tersebut dilakukan sebagai upaya menangguhkan putusan hakim tentang Tindakan Wheesung yang melanggar hukum. Yaitu dengan menggunakan propofol secara ilegal.

Pada tanggal 13 Oktober kemarin, kantor pengadilan Distrik Daegu untuk banding Tindakan – Tindakan criminal akhirnya menolak permintaan banding yang diajukan oleh pihak penuntut atas putusan awal pengadilan dimana mereka menjatuhkan hukuman yang pantas terhadap Wheesung karena telah melanggar undang – undang tentang penggunaan obat – obatan terlarang secara ilegal.

Pengadilan Tolak Permintaan Banding
Sumber : soompi.com

Hukuman yang diterima oleh Wheesung pada sidang aslinya adalah satu tahun masa kurungan dan penangguhan selama dua tahun, empat puluh jam pelayanan masyarakat dan empat puluh jam kewajiban untuk melakukan kursus pengobatan obat – obatan terlarang. Keputusan tersebut tidak akan berubah karena pihak pengadilan memutuskan untuk menolak keinginan banding yang diajukan oleh pihak jaksa penuntut itu sendiri.

Hal ini berarti Wheesung akan menghabiskan sekitar dua tahun dalam masa penangguhan. Tapi dia juga masih harus menjalani satu tahun hukuman penjara jika dia. Kembali menyalahi kondisi dari pelarangan penggunaan obat – obatan ilegal tersebut saat berada di masa penangguhan. Dalam persidangan banding tersebut pihak penuntut menyatakan bahwa putusan hakim yang diberikan sebelumnya terlalu ringan. Dan jaksa penuntut menginginkan agar Wheesung dihukum tiga tahun di dalam penjara. Dan sebagai tambahan harus membayar denda sekitar enam puluh koma lima juta KRW. Atau sekitar lima puluh ribu Dollar Amerika.

Pengadilan Tolak Permintaan Banding yang Diajukan Oleh Pihak Jaksa Penuntut Umum

Jaksa penuntut mengatakan dalam proses pengadilan tersebut bahwa,

Itu adalah sebuah Tindakan yang salah bagi dirinya yang telah melakukan kejahatan semacam itu ketika dia merupakan seorang yang berprofesi sebagai influencer bagi public secara umum.

Akan tetapi, pihak pengadilan menolak banding yang diajukan oleh jaksa penuntut umum. Mereka menjelaskan bahwa,

Dikarenakan oleh lingkungan pekerjaannya, sang terdakwa merasakan beban yang berat dan tekanan tentang setiap Tindakan yang ia lakukan yang berpotensial menjadi target dari kritikan public. Kami telah memasukkan fakta bahwa dia menjadi ketergantungan terhadap propofol selama proses untuk mengobati insomnia kronik dan depresinya, bahwa dia telah merenungkan dan menyesali kesalahannya, dan bahwa dia secara rajin telah menerima perawatan serta memiliki kemungkinan yang rendah untuk bisa kambuh Kembali.

Pada sidang sebelumnya tanggal 8 September yang lalu, Wheesung menyatakan pernyataan akhirnya di pengadilan. Bahwa dia merasa sangat malu terhadap dirinya sendiri dan menyesal. Setelah insiden tersebut, Wheesung juga menyatakan bahwa ia akan berusaha sebaik mungkin. Untuk menerima pengobatan untuk gejala – gejala penyakit psikologis yang ia terima. Seperti insomnia, panic disorder, hingga depresi yang katanya sudah ia miliki seumur hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib ditandai *

More Updates

Stay Connected