Ilustrasi (scrollin)
Ilustrasi (scrollin)

Pahami Hal ini, Sebelum Anda Termakan Berita Hoaks!

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Berita Hoaks – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyebutkan bahwa saat ini pihaknya telah menemukan ribuan konten misinformasi dan hoaks yang bertebaran di dunia internet, khususnya dalam kurun satu tahun terakhir ini.

Ilustrasi (mediacenter.temanggungkab.go.id)

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika atau biasa di sebut dengan Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan bahwa saat ini Kominfo telah berupaya untuk bekerja sama dengan pihak Google dalam rangka memerangi misinformasi ini dengan cara memberikan edukasi literasi digital kepada para pengguna internet

Hal ini di lakukan sebagai langkah pencegahan untuk mencerdaskan masyarakat, khususnya cerdas dalam membaca suatu informasi.

Dalam acara daring bertema Safer with Google pada Rabu (30/6/2021), Semmy mengatakan bahwa hal ini kita ajari agar mereka (para pengguna Internet) lebih cerdas dan selalu mencari sumber yang bisa di percaya.

Di sisi lain, Director Goverment Affairs Google Indonesia, Putri Alam membenarkan hal tersebut. Putri mengungkapkan bahwa saat ini Google bekerja sama dengan Kominfo, Maarif Institute dan Mafindo sebagai upaya dalam memerangi misinformasi dan hoaks yang menyebar di masyarakat, dengan meluncurkan suatu program bernama “Tular Nalar”.

“Program ini memiliki usaha untuk menargetkan 26.000 pengajar agar bisa memerangi misinformasi di ruang kelas. Saat ini, program ini telah hadir di 160 kota di wilayah Indonesia,” kata Putri dalam acara yang sama.

Kominfo dan Google pun memberikan tips pencegahan  agar masyarakat dapat dengan mudah paham dan juga mampu mengidentifikasi misinformasi di internet :

Langkah Pencegahan

  1. Para pengguna harus memiliki sikap menanamkan prinsip bahwa segala sesuatu yang di baca dan di temukan di ruang digital, tidak bisa di percaya sebelum para pengguna mempercayai sumber dari konten tersebut. “Untuk itu, kita harus mencari sumbernya dan mengetahui siapa yang menulisnya, dan berasal dari website yang mana. Ini adalah rule number one-nya,” jelas Semmy.
  2. Jangan hanya mengandalkan satu sumber informasi saja. Pengguna di harapkan untuk dapat mencari konten dengan topik yang sama dari sumber lain, misalnya saja bisa dari beberapa macam artikel berbeda dari beberapa sumber media yang terpercaya untuk menghindari berita hoaks. “Kalau misalnya ternyata tidak ada pembahasan yang mirip di media-media lain, itu pertanda misinformasi,” kata Putri.
  3. Apabila di rasa kurang, para pengguna juga bisa melakukan langkah verifikasi fakta melalui laman Fact Check Explorer yang tersedi di Google. “Saat ini sudah ada lebih dari 100.000 cek fakta yang di buat Google pada laman tersebut,” kata Semmy. Menurut Semmy, jika masyarakatnya sudah mampu berliterasi dengan baik, maka tidak ada lagi tempat untuk konten misinformasi. Ia juga mengungkapkan, program literasi digital ini akan selalu terus berjalan dan akan terus di upayakan oleh pihaknya dan juga Google,  seiring dengan perkembangan teknologi yang tak ada habisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib ditandai *

More Updates

Stay Connected