Sumber : wallpaperaccess.com

Larang Cetak Foto BTS Perusahaan Rusia Jadi Buruan Netizen

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Peringatan : Trigger Warning!

Sebuah perusahaan percetakan yang ada di Rusia menolak untuk mencetak foto BTS dan boy group Stary Kids dan mereka juga meng – klaim bahwa k – pop merupakan propaganda LGBTQ. Baru – baru ini peristiwa unik bin nyeleneh terjadi di Rusia. Dimana dilaporkan bahwa di negara nan jauh disana tersebut, terdapat sebuah perusahaan percetakan yang menolak untuk mencetak foto dari idol – idol k – pop.

Bahkan, perusahaan tersebut juga menuduh bahwa k – pop merupakan propaganda LGBTQ. Insiden tersebut terjadi ketika sebuah coffee shop yang Bernama ‘Pinky Pop’ meminta salah satu perusahaan percetakan di Rusia untuk mencetak Stickers dan poster dari beberapa bintang k – pop seperti BTS dan Stray Kids.

Larang Cetak Foto BTS
Sumber : wallpaperflare.com

Coffee shop yang satu ini memang bekerja sama dengan perusahaan percetakan tersebut karena memiliki rating dan reviews yang positive. Akan tetapi, yang terjadi malah justru sebaliknya. Berbeda jauh dari komentar positive yang ada, pihak coffee shop justru bertemu dengan sebuah respon yang kurang mengenakkan.

Kronologi Perusahaan Larang Cetak Foto BTS

Perusahaan percetakan di kota Rusia Ekaterinburg memberikan respon kepada pihak coffee shop dengan mengatakan,

Apakah kamu ingin anak – anakmu menjadi seorang cabul? Sangat bodoh untuk mendukung sesuatu yang akan meninggalkanmu tanpa seorang cucu.

Hal tersebut dikatakan via komunikasi lewat whatsapp. Yang mana terlihat jelas bahwa pihak percetakan menuduh idol k – pop sebagai sebuah pengaruh yang buruk serta sumber dari propaganda yang membuat banyak anak muda menjadi seorang homosexual.

Menurut laporan yang ada, perusahaan percetakan tersebut memang tidak memberikan responnya pertama – tama. Tapi pemilik perusahaan percetakan tersebut yang Bernama Konstantin Papulov, seorang laki – laki heterosexual dan seorang supporter dari nilai – nilai yang bersifat tradisional, mengatakan kepada pers bahwa mereka sudah memiliki kostumer yang ‘normal’ dan boleh memilih kepada siapa mereka ingin bekerja.

Pemilik toko percetakan tersebut juga menekankan kembali bahwa gambar bintang – bintang k – pop merupakan bagian dari propaganda LGBT. Yang mana hal tersebut sangat terlarang di Rusia sana. Dia menjelaskan kepada media bahwa dia telah membuat keputusan untuk tidak mencetak foto dari idol – idol k – pop karena dia takut akan bermasalah dengan hukum yang ada di negara tersebut.

 Meskipun banyak penggemar k – pop di Rusia yang mengkritik habis – habisan perusahaan percetakan tersebut dan menyebut mereka sangat tidak menghormati. Namun alangkah baiknya jika netizen juga menghormati keputusan dari si pemilik toko percetakan itu sendiri. Adalah hak – nya untuk melayani orang – orang atau pembeli yang ingin ia layani. Dan bukanlah suatu yang baik untuk memaksakan kehendak kita kepada orang yang memiliki keinginan dan jalannya masing – masing. Semoga kedua belah pihak dapat saling memahami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib ditandai *

More Updates

Stay Connected