Ilustrasi (bimbellavender.com)
Ilustrasi (bimbellavender.com)

Tips Menciptakan Kebiasaan Digital Sehat Oleh Google

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Di Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 30 Juni kemarin, Google membagikan sebuah tips untuk membantu keluarga menciptakan kebiasaan digital yang sehat, tidak jatuh ke perangkap misinformasi serta selalu tetap aman saat online.

Ilustrasi (idcloudhost.com)

Dunia digital membuat kita menimbulkan rasa ingin tahu, mengeksplorasi, dan kreativitas, terutama pada anak-anak. Namun, sementara internet membukakan dunia pembelajaran dan inspirasi, itu juga dapat membuat mereka masuk ke dalam bahaya digital yang semakin meningkat dan beragam.

Pertanyaan tentang bagaimana menjaga keluarga untuk selalu tetap aman adalah salah satu hal yang sering muncul.

Berikut tips yang di berikan Google untuk membangun Kebiasaan Digital Sehat.

Berikanlah contoh yang baik Bagi Keluarga

Dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), setiap harinya Google berhasil memblokir 100 juta upaya phishing dan 15 miliar pesan spam di Gmail. Namun, salah satu kunci penting untuk melindungi keluarga di internet adalah memilih sandi yang kuat dan sulit di tebak, khususnya pada Akun Google milik anda. Cara kedua yaitu meningkatkan fitur Password Manager yang terpasang pada Chrome, Android, dan kini iOS, untuk membantu pengguna membuat, mengingat, menyimpan, dan mengisi sandi otomatis di seluruh web

Bimbing keluarga anda agar mencari konten yang sesuai

Berdasarkan survei yang di rilis pada bulan Februari tahun 2021 oleh tim Trust Research Google bersama orang tua dan anak-anak berusia 18 tahun ke atas di seluruh Asia Pasifik dan Amerika Latin, di temukan hasil bahwa salah satu masalah orang tua di Negara Indonesia ialah anak-anak melihat konten yang tidak pantas di internet.

Selain itu kontrol orang tua yang tersedia pada fitur YouTube Kids dapat membuat orang tua untuk hanya menampilkan video yang anda setujui, atau memilih konten yang sesuai berdasarkan usia anak anda. Juga ada fitur Family Link yang memungkinkan orang tua untuk mengawasi waktu penggunaan perangkat serta melakukan pembatasan akses harian, mengelola Akun Google mereka, dan memahami dengan lebih baik perilaku anak-anak ketika menjelajahi dunia internet.

Yang terbaru ialah adanya tab “Kids” di Google Play. Tab khusus ini berisi aplikasi yang telah di tinjau oleh pengajar dan memiliki konten berkualitas tinggi di tandai “disetujui pengajar”. Kerangka penilaiannya untuk aplikasi dan konten dapat tampil di tab ini telah di kembangkan melalui konsultasi dengan beberapa penilai lokal yang ada di Indonesia dan fakultas dari Harvard Graduate School of Education dan Universitas Georgetown.

Jangan terjebak perangkap misinformasi

Isolasi social merupakan dampak yang sulit dari pandemi Covid-19 dan sebagai akibatnya kita mencari cara baru untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga kita secara online. Artinya, kita tidak dapat menghindari beberapa informasi yang tersebar di internet atau di media sosial dan sulit menentukan mana berita yang benar dan mana yang tidak benar.

Cek fakta bukan hanya untuk para orang-orang profesional. Di setiap harinya, orang-orang mencari bukti untuk mengonfirmasi informasi yang mereka dapatkan. Google Trends selama 12 bulan terakhir menunjukkan bahwa penelusuran untuk frasa “apakah benar…” lebih tinggi dari “cara bikin odading mang ole” pada pencarian Google.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib ditandai *

More Updates

Stay Connected