Informasi Tentang Bacaan Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

CEKAJE.COM – Bagi setiap umat muslim yang memiliki kewajiban diperbolehkan untuk menunaikan zakat fitrah dan menyalurkannya semenjak awal Ramadan. Jadi tak perlu menunggu akhir Ramadan atau malam idul Fitri untuk menyalurkan zakat. Hal ini tertuang di fatwa nomor 24 tahun 2001 mengenai panduan penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Syawal tahun 1442 Hijriyah yang secara resmi dikeluarkan oleh majelis ulama Indonesia. Zakat fitrah sendiri bisa dibayarkan dengan bentuk uang atau bahan sembako seperti beras. Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan cara pembayarannya sendiri bisa dilakukan secara online melalui badan amil zakat nasional.


Yang mana nantinya badan amil zakat nasional akan menyalurkan zakat fitrah ini kepada para mustahik. Hal ini termasuk di keluarga rentan yang mengalami kesulitan ekonomi sebagai akibat dari dampak pandemi covid 19. Dikutip dari laman baznas sendiri zakat fitrah mempunyai arti zakat yang diwajibkan dari setiap jiwa anda itu laki-laki atau perempuan muslim pada bulan Ramadan atau sebelum salat idul Fitri. Dalam hadits Ibnu Umar menegaskan jika nabi mewajibkan kepada setiap umat muslim yang mempunyai kewajiban untuk membayar zakat fitrah. Adapun niat zakat fitrah yang dilakukan untuk diri sendiri.

<h2>Inilah Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri</h2>

Zakat fitrah bagi diri sendiri
Niat zakat fitrah untuk diri sendiri yaitu NAWAYTU AN UKHRIJA ZAKAATA AL-FITRI AN NAFSI FARDHAN LILLAHI TAALA. Yang artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.” Jadi dalam niat apapun harus semata-mata karena Allah SWT, tak boleh karena yang lain. Sebab jika niat yang dilakukan bukan karena Allah maka ibadahnya tak akan diterima Allah SWT. Allah akan meridhoi dan menerima ibadahnya jika niatnya benar-benar karena Allah.


Untuk besaran zakat fitrah yang diberikan berupa beras atau makanan pokok yaitu sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa. Sementara beberapa ulama diantaranya syaikh Yusuf qardawi sudah memperbolehkan jika zakat fitrah ditunaikan dalam berupa uang. Tentunya yang setara dengan besaran 1 sha’ gandum, kurma ataupun beras. Untuk nominalnya sendiri yang ditunaikan dalam bentuk uang itu menyesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi pribadi. Sesuai dengan SK ketua baznas nomor 7 tahun 2021 mengenai zakat fitrah dan fidyah untuk wilayah ibukota DKI Jakarta dan sekitarnya.
Ditetapkan jika nilai zakat fitrah harus setara dengan uang sebesar Rp 40.000 per hari per jiwa. Untuk penyaluran nya sendiri nantinya akan diberikan kepada penerima zakat selambat-lambatnya dilakukan sebelum pelaksanaan salat Ied. Jadi ketika akan melakukan zakat fitrah untuk diri sendiri, jangan lupa untuk membaca niat zakat fitrah untuk diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib ditandai *

More Updates

Stay Connected