Ilustrasi (jetorbit.com)
Ilustrasi (jetorbit.com)

Kenali Ancaman Malware Covid-19 Bagi Pengguna Ponsel Di Indonesia

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Ancaman Malware muncul ketika ada ketergantungan terhadap akses layanan aplikasi mobile untuk mendukung aktivitas sehari-hari semakin meningkat, sekaligus juga membuat semua orang semakin berisiko mengalami ancaman siber di dunia digital.

Laporan terbaru tahun 2021 Consumer Security Mindset : Mobile Edition dari McAfee menyatakan bahwa lebih dari sepertiga pengguna perangkat mobile di Indonesia sama sekali tidak menerapkan protokol keamanan apapun pada perangkat yang di gunakan. Misalnya menggunakan perangkat lunak keamanan atau perlindungan data, sehingga mereka mempunyai risiko yang tinggi terlebih lagi dengan munculnya suatu ancaman keamanan baru seperti aplikasi palsu dan pesan singkat yang tujuannya untuk menipu.

Ilustrasi malware (Kaspersky)

Para Hacker mengetahui bahwa masyarakat memakai ponsel untuk melakukan pekerjaan, transaksi perbankan dan aktivitas media sosial, dan sering menyimpan dan berbagi informasi yang penting melalui berbagai aplikasi.

McAfee juga menemukan fakta bahwa hampir 57 persen pengguna perangkat mobile di Indonesia mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak paham tentang keamanan perangkat yang di gunakan dan juga tak terlalu merasa bahwa perangkat mobile mereka aman.

Laporan Mobile Threat Report 2021, McAfee menjabarkan tiga tren ancaman mobile baru, yaitu:

Malware Tagihan Layanan

McAfee menemukan adanya ancaman malware jenis baru yang di namakan Etinu. Banyak di jumpai di wilayah Asia dan Timur Tengah, Etinu menyebar melalui Google Play,  hampir mencapai 700 ribu unduhan hingga akhirnya terdeteksi dan terpaksa di hapuskan.

Apabila para korban mengunduh aplikasi yang membawa malware ini, maka ia bisa secara otomatis menyalin pesan SMS atau Notifikasi, kemudian akan melakukan pembelian dan mendaftar ke layanan berbayar yang kemudian akan di tagihkan ke rekening korban.

Malware COVID-19

Melalui pantauan McAfee COVID-19 Dashboard, kira-kira lebih dari 90 persen malware yang terkait pandemi berupa Trojan.

Akhir-akhir ini, khususnya di India, mulai marak kasus penipuan lewat pesan SMS dan WhatsApp yang meminta para korbannya mengunduh suatu aplikasi pendaftaran vaksinasi yang palsu, dan setelah mereka unduh, malware ini ternyata menyebar di seluruh data kontak lewat SMS atau pesan WhatsApp.

Trojan data perbankan

McAfee Mobile Security mendeteksi adanya peningkatan aktivitas Trojan yang mengincar data perbankan sebesar 141 persen antara Q3 dan Q4 2020. Banyak sekali virus Trojan yang telah  di distribusikan melalui mekanisme SMS phishing untuk terhindar dari deteksi Google.

McAfee menemukan fakta bahwa trojan bernama BRATA (Brazilian Remote Access Tool Android), yang berkali-kali berhasil masuk ke Google Play Store, dan telah banyak menipu para pengguna untuk mengunduhnya.

Hasil temuan ini merupakan kerjasama antara McAfee dengan MSI International terhadap lebih dari 1,013 orang dewasa dengan rentang usia 18-75 di Indonesia, pada periode waktu 30 Maret sampai 8 April 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib ditandai *

More Updates

Stay Connected